Journey 2023 : Beginilah Harapan Seorang Nadila
Aku mencoba menyembunyikan semua perasaan itu, karena aku tau masih banyak orang yang memiliki masalah lebih berat dari yang aku rasakan.
Aku sempat ingin pergi jauh sampai tidak ada satupun orang yang mengenaliku, dan menulis bab baru dalam buku "journey ku"
Tahun ini, energiku sangat terkuras untuk hal-hal sepele yang membuatku sempat mengalami anxiety.
Kamu tau gimana rasanya? Jauh dari orang tua, tidak ada peran ayah secara dekat, belajar dan mencoba mencapai goals impian orang tua dengan dibarengi hantaman masalah yang datang, itu sangat sulit untukku.
Aku selalu menangis setiap malam, aku selalu berdoa agar diberikan pundak yang kuat dan hati yang lapang untuk memaafkan semua hal yang membuatku sakit.
Aku selalu menaruh harapan agar ada satu hari saja semua orang yang pergi datang kembali dan meminta maaf. Tapi ternyata itu hanya sebuah harapan saja.
Tidurku selalu dihantui oleh rasa sedih, rasa kecewa, dan masalah selalu terbawa dalam mimpi. Selelah inikah aku? Sesepi inikah aku? Hingga semua persoalan dunia terbawa di mimpi.
Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya, apakah ini tahap menuju dewasa? Kenapa alurnya harus begini? Masih banyak pertanyaan-pertanyaan di fikiranku.
Setiap bangun tidur, aku selalu mengharapkan angan yang menurutku itu mustahil...dan ya memang saja tidak terjadi sesuai harapan.
Dengan banyaknya ujian yang datang dan pergi, aku percaya bahwa Allah tidak akan menitipkan ini semua kecuali aku mampu.
Aku percaya, semua persoalan di dunia hanya bersifat sementara dan mustahil jika tidak ada jalan keluarnya...rasa yakin dan percaya pada Allah yang membuatku kuat dan bisa bertahan sejauh ini.
Aku bertemu banyak jenis orang di tahun ini, dan itu membuatku harus bisa menyesuaikan diri.
Komentar
Posting Komentar