Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Ayah

Gambar
Labuan, Banten - Hai, beliau adalah cinta pertamaku, kebanggaan bagiku dan bagi keluarga kecil kami (ibu, kakak, dan adik). Yah, terimakasih karena sudah mau berjuang meski harus jauh dari keluarga.  Kami tau, ada banyak luka dan kesulitan yang ayah tutupi, ada kesedihan yang ayah tutupi dengan tawa. Yah, aku bangga bisa menjadi anakmu, terimakasih karena selalu memastikan kami tidak pernah kekurangan dari segala sisi.  Terimakasih karena sudah mau menjadi ayah yang hebat bagiku dan bagi anakmu yang lain. Meski jarak kita jauh, terimakasih karena tidak pernah lupa menanyakan kabar melalui layar, dan selalu memastikan kami baik-baik saja.  Bertahun-tahun aku menunggu kepulangan ayah ke Indonesia, dan 20 Mei 2026 akhirnya ayah tiba disini, di rumah kecil kami. Meskipun hanya diberi waktu satu bulan untuk bisa bertemu, aku merasa tangki cintaku sudah terpenuhi.  Ayah menjadi sosok yang selalu aku bayangkan jikalau ayah ada di rumah. Ternyata bayanganku bena...

Hidup Sebagai Anak

Labuan, Banten - Seorang perempuan yang tumbuh tanpa peran ayah akan jauh berbeda dengan perempuan yang hidup dan tumbuh dengan limpahan kasih sayang kedua orang tuanya. Selama bertahun-tahun, aku selalu melihat ibu menjadi ayah, dan ibu menjadi ibu.  Terdengar tidak adil, tapi itu yang aku rasakan setiap hari. Aku tau, tidak semua anak tumbuh dengan pemandangan indah di rumahnya, ada yang keluarganya lengkap tapi terasa hampa, ada yang sudah ditinggalkan salah satu orang tuanya sejak kecil, bahkan ada yang sudah menjadi yatim piatu dan di tuntut menjadi dewasa oleh keadaan.  Kita memang tidak bisa memilih ingin kehidupan seperti apa, ingin lahir dari rahim siapa, nama yang cantik, atau tempat tinggal yang layak. Tetapi, kita bisa memilih menjadi manusia yang kuat yang tidak semua orang bisa apabila berada di posisi kita.  Penulis: Nadila Alsadila